Kamis, 13 Oktober 2016

Asas- asas Pengetahuan Lingkungan dan Sumber Daya Alam


2.1.    Pengertian Ekologi Dan Ilmu Lingkungan Secara Umum
a.     Pengertian Ekologi
Berasal dari kata Yunani oikos yang berarti"habitat" dan logos yang berarti "ilmu". Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup, maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 - 1914). Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antar makhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya

b.     Pengertian Ilmu Lingkungan
Ilmu Lingkungan adalah Ilmu interdisipliner untuk mengukur dan menilai perubahan dan dampak kegiatan manusia thd ekosistem, sedemikian rupa sehingga manusia dapat mengelola ekosistem tsb demi kehidupannya sendiri (Johnson, 1977).Jadi Ilmu Lingkungan (environmental science atau envirology) adalah suatu Ilmu interdisipliner bidang akademik yang mengintegrasikan ilmu – ilmu pengetahuan seperti fisika ,kimia ,biologi ,ilmu tanah ,geologi ,dan geografi untuk mengukur
2.2.    Pengertian Ekologi dan Ilmu Lingkungan Menurut Para Ahli

1.      Ekologi

1.      MILLER (1975)
 Ekologi adalah suatu ilmu mengenai hubungan timbal balik diantara organisme serta sesamanya dan juga dengan lingkungannya.
2.      OTTO SOEMARWOTO
 Ekologi adalah suatu ilmu mengenaihubungan timbal balik diantara makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya.
3.      C. ELTON
 Ekologi adalah suatu ilmu yang mengkaji sejarah alam atau juga perkehidupan alam dengan secara ilmiah.
4.      RESOSOEDARMO
 Ekologi adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan.
5.      ANDREWARTHA
adalah suatu ilmu yang membahas penyebaran dan juga kemelimpahan organisme.
6.      KREBSEKOLOGI
Ekologi adalah suatu ilmu pengetahuan yang mengkaji suatu interaksi yang menentukan adanya penyebaran dan juga kemelimpahan organisme.
7.      EUGENE P. ODUM Ekologi adalah suatu kajian terstruktur serta fungsi alam, tentang suatu struktur dan juga interaksi diantara sesama organisme dengan  lingkungannya.
2.      Ilmu Lingkungan

Ø  Menurut Emil Salim, Ilmu Lingkungan adalah segala benda, kondisi, keadaan, dan pengaruh yang terdapat dalam ruangan yang kita tempati dan mempengaruhi hal hidup termasuk kehidupan manusia
Ø  Menurut Sambas Wirakusumah, Ilmu Lingkungan adalah semua aspek kondisi eksternal biologis , dimana organisme hidup dan ilmu-ilmu lingkungan menjadi studi aspek lingkungan organisme itu
Ø  Menurut Bintarto, Ilmu Lingkungan adalah segala sesuatu yang ada disekitar kita, baik berupa benda ataupun non-benda yang dapat mempengaruhi dan dipengaruhi sikap dan tidakan kita

2.3.    Perbedaan Ekologi  dan Ilmu lingkungan
Perbedaan utama ilmu lingkungan dan ekologi adalah dengan adanya misi untuk mencari pengetahuan yang tepat (valid), dan menyeluruh tentang alam sekitar, dan dampak perlakuan manusia terhadap alam. Misi tersebut adalah untuk menimbulkan kesadaran, penghargaan, tanggung jawab, dan keberpihakan terhadap manusia dan lingkungan hidup secara menyeluruh.

Ilmu lingkungan merupakan bidang ilmu interdisipliner yang merupakan integrasi ilmu fisik dan biologi (termasuk tapi tidak dibatasi pada ekologi, fisika, kimia, biologi, ilmu tanah, geologi, ilmu atmosfer dan geografi) untuk mempelajari tentang lingkungan dan solusi dari masalah-masalah lingkungan. Ilmu lingkungan menyediakan pendekatan yang terintegrasi, kuantitatif, dan interdisipliner untuk mempelajari sistem lingkungan.

Ekologi adalah studi ilmiah tentang distribusi kelimpahan hidup dan interaksi antara organisme dan lingkungan alami mereka sedangkan ilmu lingkungan adalah filosofi dan gerakan sosial yang luas berpusat pada kepedulian terhadap konservasi dan perbaikan lingkungan.

Ekologi dan ilmu lingkungan merupakan ilmu terkait erat, dang berhubungan prinsip satu sama lain. Perbedaan utama antara ekologi dan ilmu lingkungan yaitu ilmu lingkungan merupakan bidang yang lebih menyeluruh dengan menggabungkan banyak unsur ilmu bumi dan kehidupan untuk berbagai proses ekologi. Di sisi lain, biasanya lebih difokuskan pada bagaimana organisme berinteraksi satu sama lain dengan lingkungan sekitarnya.

2.4.    Asas-Asas Pengetahuan Lingkungan

Ø  ASAS 1

Menyatakan bahwa semua energi yang memasuki sebuah organisme, populasi, atau  ekosistem yang dianggap sebagai energi tersimpan atau terlepaskan. Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Serta tidak dapat hilang, dihancurkan, maupun diciptakan

Ø  ASAS 2

Menyatakan bahwa tidak ada sistem perubaha energi sangat efisien. Misalnya pada Hukum Termodinamika II yaitu, “Semua sistem biologi kurang efisien, kecenderungan umum, energi beradaptasi ke dalam bentuk yang tidak balik dan beradiasi dengan angkasa.”




Ø  ASAS 3

Menyatakan bahwa materi, energi, ruang, waktu dan keanekaragaman, semuanya termasuk pada sumber ala,


Ø  ASAS 4

Menyatakan bahwa semua kategori sumber alam, jika pengadaannya tidak maksimal, pengaruh unit kenaikannya sering menurun dengan penambahan sumber alam sampai ke tingkat maksimum

Ø  ASAS 5

Menyatakan bahwa terdapat dua jenis sumber alam, yaitu sumber alam yang pengadaannya dapat merangsang penggunaan, dan tidak mempunyai daya rangsang penggunaan

Ø  ASAS 6

Menyatakan bahwa individu dan spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan daripada saingannya, cenderung akan berhasil mengalahkan saingannya tersebut

Ø  ASAS 7

Menyatakan bahwa kemantapan pada keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam lingkungan yang mudah diramal

Ø  ASAS 8

Menyatakan bahwa sebuah habitat jatuh atau tidak oleh keanekaragaman takson. Hal tersebut bergantung kepada bagaimana nicia dalam lingkungan hidup dapat memisahkan takson

Ø  ASAS 9

Menyatakan bahwa keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomasa dibagi produktivitasnya. Terdapat hubungan antara biomasa, aliran energi, dan keanekaragaman dalam suatu sistem biologi

Ø  ASAS 10

Menyatakan bahwa lingkungan yang stabil perbandingan antara biomasa dengan produktivitas dalam perjalanan waktu naik mencapai sebuah asimtot. Sistem biologi menjalani evolusi yang mengarah pada penigkatan efisiensi penggunaan energi pada lingkungan fisik yang stabil

Ø  ASAS 11

Menyatakan bahwa sistem yang telah mantap mengeksploitasi sistem yang belum mantap.

Ø  ASAS 12

Menyatakan bahwa kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat tergantung kepada kepentingan relatifnya pada keadaan lingkungan

Ø  ASAS 13

Menyatakan bahwa lingkungan yang secara fisik telah mantap memungkinkan terjadianya penimbunan keanekaragaman biologi pada ekosistem yang mantap, serta kemudia dapat menggalakkan kemantapan populasi lebih jauh

Ø  ASAS 14

Menyatakan bahwa derajat pola keteraturan naik-turunnya populasi tergantung kepada jumlah keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang akan mempengaruhi populasi tersebut
  
 3.1.    KESIMPULAN

-            Ekologi adalah ilmu yang pembelajari tentang ekosistem serta bagian bagiannya.
-            Ilmu Lingkungan adalah suatu studi yang sistematis mengenai lingkungan hidup dan kedudukan manusia yang pantas di dalamnya.
-               Ekologi dan ilmu lingkungan merupakan disiplin ilmu terkait erat dan berhubungan dengan prinsip-prinsip yang satu dengan yang lain dan hal ini merupakan sesuatu yang penting untuk sepenuhnya memahami satu dengan yang lain.
-                    
3.2.    KRITIK DAN SARAN

Saya sebagai penulis meminta maaf apabila ada kata dan kalimat yang kurang tepat. Jadilah masyarakat yang bisa melindungi dan menjaga Ekologi dan lingkungan hidup dalam kehidupan sehari-hari. Dan semoga makalah ini dapat bermanfaat khusunya bagi saya dan umumnya bagi pembaca.

3.3.    DAFTAR PUSTAKA

http://pengayaan.com/pengertian-ekologi-lengkap/http://www.pengertianmenurutparaahli.net/pengertian-ekologi-dan-contohnya/ http://edelweistyasayu.blogspot.co.id/2015/04/ekologi-dan-ilmu-lingkungan.html http://www.jelajahinternet.com/2015/10/101-pengertian-ekologi-menurut-para.html
http://www.seputarpengetahuan.com/2016/03/9-pengertian-lingkungan-hidup-menurut-para-ahli.html
http://danielrhamadani.blogspot.co.id/2015/10/pengertian-ekologi-dan-ilmu-lingkungan.html



2.1.      PENGERTIAN SUMBER DAYA ALAM
            Sumber daya alam (biasa disingkat SDA) adalah segala sesuatu yang berasal dari alam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga komponen abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah. Inovasi teknologi, kemajuan peradaban dan populasi manusia, serta revolusi industri telah membawa manusia pada era eksploitasi sumber daya alam sehingga persediaannya terus berkurang secara signifikan, terutama pada satu abad belakangan ini. Sumber daya alam mutlak diperlukan untuk menunjang kebutuhan manusia, tetapi sayangnya keberadaannya tidak tersebar merata dan beberapa negara seperti Indonesia, Brasil, Kongo, Maroko, dan berbagai negara di Timur Tengah memiliki kekayaan alam hayati atau nonhayati yang sangat berlimpah. Sebagai contoh, negara di kawasan Timur Tengah memiliki persediaan gas alam sebesar sepertiga dari yang ada di dunia dan Maroko sendiri memiliki persediaan senyawa fosfat sebesar setengah dari yang ada di bumi. Akan tetapi, kekayaan sumber daya alam ini seringkali tidak sejalan dengan perkembangan ekonomi di negara-negara tersebut.
2.2.      SDA YANG ADA DI INDONESIA
            Indonesia sebagai negara dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi juga kaya akan sumber daya alam. Berbagai jenis hasil bumi Indonesia seperti kopi, timah, rempah-rempah, dan lain sebagainya telah banyak diimpor keluar negeri. Fakta tersebut membuktikan bahwa Indonesia dapat dianggap sebagai salah satu negara yang memiliki sumber daya alam paling berpengaruh di dunia. Kekayaan sumber daya alam Indonesia yang melimpah ruah dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:

1.      Iklim tropis di Indonesia yang memiliki curah hujan tinggi. Kondisi tersebut membuat berbagai jenis tumbuhan dapat hidup dan tumbuh dengan cepat.
2.      Indonesia terletak pada titik pergerakan lempeng tektonik yang membuatnya dikelilingi oleh pegunungan yang kaya akan sumber daya energi dan mineral.
3.      Indonesia merupakan salah satu negara dengan wilayah perairan terluas di dunia. Hal tersebut membuat negeri kita kaya akan berbagai jenis biota laut yang selain memiliki nilai ekonomis tinggi, juga menyimpan pesona yang dapat dimanfaatkan sebagai destinasi wisata.
Sumber daya alam di Indonesia tidak hanya didominasi oleh keanekaragaman hayatinya saja. Berbagai daerah di Indonesia pun terkenal akan hasil bumi dan bahan tambang yang dapat menunjang kehidupan masyarakat. Sebut saja wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Papua yang kaya akan benda tambang seperti batubara, timah, gas alam, serta minyak bumi. Hasil bumi tersebut selain dapat menjadi penopang kehidupan umat manusia, juga memiliki nilai ekonomis tinggi yang dapat memengaruhi ekonomi bangsa kita
2.3.      SUMBER DAYA ALAM DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
            Dengan adanya pertumbuhan ekonomi, banyak sumberdaya alam yang harus diolah sehingga akan mengurangi sumberdaya alam yang ada, khususnya sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Demikian pula sumber daya alam yang sifatnya mengalir atau dapat diperbarui akan sulit didapat. Meskipun tidak segera habis, tetapi kalau penggunaannya tidak hati-hati maka sumberdaya jenis ini akan menjadi langka.
Dalam konsep pertumbuhan ekonomi, sumber daya alam yang memiliki nilai ekonomis tinggi hendaknya tidak dieksploitasi. Sebab keberadaannya perlu dipikirkan untuk generasi yang akan datang. Jangan sampai hasil hutan dijarah habis sehingga mengakibatkan hutan gundul dan pada gilirannya dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor. Oleh karena itu pengelolaan sumber daya alam haruslah dilakukan secara bertanggung jawab.Artinya harus dilakukan secara bijaksana untuk melestarikan persediaan sumber daya alam tersebut, sehingga generasi sekarang dan mendatang dapat menikmatinya.
Pengelolaan sumber daya alam haruslah sedemikian rupa, sehingga sumber daya alam itu selalu dapat ditingkatkan persediaannya melalui usaha eksplorasi dan eksploitasi, peningkatan efisiensi proses produksi serta dengan bantuan teknologi untuk dapat meningkatkan proses daur ulang. Berdasarkan hal tersebut diatas, dalam pengelolaan sumber daya alam diperlukan suatu kebijakan yang bertanggung jawab.
Dengan demikian peranan sumber daya alam dalam pertumbuhan ekonomi akan ditentukan oleh tingkat teknologi, modal dan juga kualitas sumber daya manusianya itu sendiri dan dapat dikatakan ada hubungan yang positif antara jumlah dan kuantitas barang sumber daya dan pertumbuhan ekonomi, tetapi sebaliknya ada hubungan negatif antara pertumbuhan ekonomi dan tersedianya sumber daya alam yang ada di dalam bumi. Di samping itu dengan pertumbuhan ekonomi yang cepat yang dibarengi dengan pembangunan pabrik akan meningkatkan pencemaran lingkungan.
Dengan berkembangnya jumlah penduduk, perekonomian harus lebih banyak menyediakan barang dan jasa. Peningkatan produksi barang dan jasa menuntut lebih banyak produksi barang SDA yang harus digali dan semakin menipisnya SDA dan pencemaran lingkungan semakin meningkat.

2.4.      PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM HAYATI DAN NON HAYATI

            SDA atau Sumber Daya Alam didasarkan dari jenisnya ada dua macam yaitu SDA yang hidup atau dikenal dengan hayati, dan SDA non hayati atau tidak hidup. SDA hayati adalah sumber daya alam yang berasal dari makhluk hidup, sebagai contoh yaitu ikan, ternak dan lainnya. Sedangkan SDA non hayati berasal dari benda-benda mati atau tidak hidup, sebagai contoh yaitu air, udara, tanah dan lainnya.
Contoh sumber daya alam hayati adalah:

Dari jenis tumbuhan:

a.       Hutan yang bisa dimanfaatkan oleh manusia untuk membangun rumah, gedung dan lainnya.
b.      Berbagai jenis tanaman buah yang bisa memenuhi kebutuhan gizi setiap individu.
c.       Berbagai jenis tanaman makanan pokok pengganti nasi seperti jagung, singkong, ubi, dan talas.
d.      Berbagai jenis sayuran yang bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari kita dalam asupan gizi.
e.       Tersedia berbagai tanaman rempah-rempah seperti pala, merica, ketumbar, kayu manis, dan cengkih sebagai bumbu masakan.
f.       Tersedia berbagai tanaman obat tradisional seperti jake, kunyit, dan temulawak.
Contoh sumber daya alam hayati dari jenis hewan:
a.       Hewan seperti sapi dan kerbau bisa dimanfaatkan membantuk pekerjaan petani seperti membajak sawah.
b.      Kuda digunakan sebagai alat trasportasi seperti andong atau dokar.
c.       Ayam dapat memenuhi kebutuhan konsumsi daging.
d.      Kebutuhan susu dapat terpenuhi dari susu sapi dan susu kambing etawa.

Contoh dari SDA non hayati ini adalah:
a.       Tanah
Tanah mempunyai banyak nilai manfaat bagi kehidupan manusia. Contohnya yaitu untuk bercocok tanam maka kita membutuhkan tanah. Dengan adanya tanah kita bisa menanam padi, teh, jagung, kopi dan berbagai macam tanaman yang mempunyai nilai ekonomi bagi kehidupan manusia
b.      Tambang
Tambang termasuk SDA tidak hidup / non hayati karena memiliki banyak manfaat. Seperti contohnya batu dan pasir yang diperoleh dari tambang bisa digunakan untuk bahan membangun rumah dan jalan. Contoh lain hasil tambang yaitu mineral, misalnya seperti besi (Fe) yang biasanya digunakan dalam berbagai macam industri maupun dalam membangun gedung, jembatan dan lainnya
c.       Air
Air sangat memiliki peranan penting dalam kehidupan kita, misalnya untuk mandi, untuk minum agar kita tidak haus, untuk tanaman agar tanaman tetap hidup, dan masih banyak lagi fungsi lainnya dari air ini


2.5.      LANDASAN KEBIJAKSANAAN PENGELOLAAN SUMBER DAYA ALAM           Pemanfaatan SDA secara berlebihan tanpa memperhatikan aspek pelestariannya dapat meningkatkan tekanan-tekanan terhadap kualitas lingkungan hidup yang pada akahirnya akan mengancam swasembada atau kecukupan pangan semua penduduk di Indonesia. Oleh karena peran pemerintah dalam memberikan kebjakan tentang peraturan pengelolaan SDA menjadi hal yang penting sebagai langkah menjaga SDA yang berkelanjutan.
            Kebijakan yang di buat oleh pemerintah tidak hanya ditetapkan untuk dilaksanakan masyarakat tanpa pengawasan lebih lanjut dari pemerintah. Pemerintah memiliki peran agar kebijakan tersebut diterapkan sebagaimana mestinya oleh masyarakat. Sesuai dengan Undang-undang 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan PP No. 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom, dalam bidang lingkungan hidup memberikan pengakuan politis melalui transfer otoritas dari pemerintah pusat kepada daerah:
1.      Meletakkan daerah pada posisi penting dalam pengelolaan lingkungan hidup
2.      Memerlukan peranan lokal dalam mendesain kebijakan
3.      Membangun hubungan interdependensi antar daerah
4.      Menetapkan pendekatan kewilayahan

2.6.      KARAKTERISTIK EKOLOGI SUMBER DAYA ALAM
            Sumber daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera yang ada di sekitar alam lingkungan hidup kita. Sumber daya alam bisa terdapat di mana saja seperti di dalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dan lain sebagainya. Contoh dasar sumber daya alam seperti barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, hewan dan banyak lagi lainnya. Untuk menjamin keberlanjutan fungsi layanan sosial-ekologi alam dan keberlanjutan sumberdaya alam dalam cakupan wilayah yang lebih luas maka pendekatan perencanaan SDA dengan instrumen penataan ruang harus dilakukan dengan mempertimbangkan bentang alam dan kesatuan layanan ekosistem, endemisme dan keterancaman kepunahan flora-fauna, aliran-aliran energi sosial dan kultural, kesamaan sejarah dan konstelasi geo-politik wilayah. Dengan pertimbangan-pertimbangan ini maka pilihan-pilihan atas sistem budidaya, teknologi pemungutan/ekstraksi SDA dan pengolahan hasil harus benar-benar mempertimbangkan keberlanjutan ekologi dari mulai tingkat ekosistem lokal sampai ekosistem regional yang lebih luas. Dengan pendekatan ekosistem yang diperkaya dengan perspektif kultural seperti ini tidak ada lagi “keharusan” untuk menerapkan satu sistem PSDA untuk wilayah yang luas. Hampir bisa dipastikan bahwa setiap ekosistem bisa jadi akan membutuhkan sistem pengelolaan SDA yang berbeda dari ekosistem di wilayah lain. Keberhasilan kombinasi beberapa pendekatan seperti ini membutuhkan partisipasi politik yang tinggi dari masyarakat adat dalam proses penataan ruang dan penentuan kebijakan pengelolaan SDA di wilayah ekosistem. Semakin tinggi partisipasi politik dari pihak-pihak berkepentingan akan menghasilkan rencana tata ruang yang lebih akomodatif terhadap kepentingan bersama yang “intangible” yang dinikmati bersama oleh banyak komunitas yang tersebar di seluruh wilayah ekosistem tersebut, seperti jasa hidrologis. Dalam konteks ini maka membangun kapasitas masyarakat adat yang berdaulat (mandiri) harus diimbangi dengan jaringan kesaling-tergantungan (interdependency) dan jaringan saling berhubungan (interkoneksi) antar komunitas dan antar para pihak. Untuk bisa mengelola dinamika politik di antar para pihak yang berbeda kepentingan seperti ini dibutuhkan tatanan organisasi birokrasi dan politik yang partisipatif demokrasi (participatory democracy).

2.7.      DAYA DUKUNG LINGKUNGAN
            Kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan semua makhluk hidup yang meliputi ketersediaan sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan dasar dan tersedianya cukup ruang untuk hidup pada tingkat kestabilan sosial tertentu disebut daya dukung lingkungan. Keberadaan sumber daya alam di bumi tidak tersebar merata sehingga daya dukung lingkungan pada setiap daerah akan berbeda-beda. Daya dukung lingkungan ditentukan oleh banyak factor, baik faktor biofisik maupun social – budaya – ekonomi. Faktor itu saling dipengaruhi.
            Faktor biofisik penting, Karena menentukan daya dukung lingkungan ialah proses ekologi yang merupakan system pendukung kehidupan dan keanekaan jenis yang merupakan sumberdaya gen, misalnya hutan adalah salah satu factor ekologi dalam system pendukung kehidupan. Hutan melakukan proses fotosintesis yang menghasilkan oksigen yang kita perlukan untuk pernapasan kita.
            Faktor sosial buda juga mampunyai peranan yang sangat penting, bahkan menentukan daya dukung lingkungan, sebab akhirnya manusialah yang menentukan apakah pembanguanan akan berjalan terus atau terhenti. Oleh karena itu, pemanfaatanya harus dijaga agar terus berkesinambungan dan tindakan eksploitasi harus dihindari. Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan dengan cara yang rasional antara lain sebagai berikut:
·         Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat diperbaharui dengan hati-hati dan efisien, misalnya: air, tanah, dan udara
·         Menggunakan bahan pengganti, misalnya hasil metalurgi (campuran)
·         Mengembangkan metode penambangan dan pemrosesan yang lebih efisien serta dapat didaur ulang
·         Melaksanakan etika lingkungan dengan menjaga kelestarian alam


2.8       KETERBATASAN KEMAMPUAN MANUSIA DALAM MENANGANI LINGKUNGAN
            Setiap kegiatan manusia di alam ini, pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Kegiatan manusia yang meningkat dan juga jumlah penduduk yang terus bertambah juga akan memanfaatkan penggunaan sumber daya alam sebagai sumber energi dan hara yang dapat mengganggu sistem energi dan sistem hara dalam lingkungan.
            Lingkungan juga mempunyai potensi untuk menyembuhkan kembali sistemnya apabila gangguan tersebut tidak melebihi daya dukung lingkungan, sedangkan bila terlampaui maka mulai terjadi masalah lingkungan karena kualitasnya akan menurun bahkan sampai rusak dan tidak dapat diperbaiki kembali atau lingkungan telah tercemar.
Lingkungan yang tercemar akan mengurangi kemanfaatannya bagi kehidupan makhluk, terutama manusia. Untuk itu sumber pencemaran harus dikendalikan. Salah satu upaya dalam pengelolaan lingkungan adalah mengatur beban pencemaran dari semua sumbernya.
3.1.            KESIMPULAN

            Sumber daya alam berdasarkan sifatnya dapat digolongkan menjadi SDA yang dapat diperbaharui dan SDA tak dapat diperbaharui. SDA yang dapat diperbaharui merupakan kekayaan alam yang dapat terus ada selama penggunaannya tidak dieksploitasi berlebihan. Seperti Tumbuhan, hewan, mikroorganisme, sinar matahari, angin, dan air adalah beberapa contoh SDA terbaharukan. Meskipun jumlahnya sangat berlimpah di alam, penggunannya harus tetap dibatasi dan dijaga untuk dapat terus berkelanjutan. SDA tak dapat diperbaharui adalah SDA yang jumlahnya terbatas karena penggunaanya lebih cepat daripada proses pembentukannya dan apabila digunakan secara terus-menerus akan habis. Minyak bumi, emas, besi, dan berbagai bahan tambang lainnya pada umumnya memerlukan waktu dan proses yang sangat panjang untuk kembali terbentuk sehingga jumlahnya sangat terbatas., minyak bumi dan gas alam pada umumnya berasal dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang hidup jutaan tahun lalu, terutama dibentuk dan berasal dari lingkungan perairan.Perubahan tekanan suhu panas, selama jutaaan tahun ini kemudian mengubah materi senyawa organik tersebut menjadi berbagai jenis bahan tambang tersebut.

3.2.            KRITIK DAN SARAN
            Ekologi Sumber Daya Alam sangatlah penting maka dari itu kita harus bisa menjaga dan melestarikan semaksimal mungkin agar ekologi dan sumber daya alam tetap terjaga. Kita harus bisa melestarikan apa yang sudah Tuhan Yang Maha Esa Ciptakan, Sebagai umat dan manusia yang peduli oleh lingkungan sekitar. 
3.3.            DAFTAR PUSTAKA
http://andikayudhitiya.blogspot.co.id/2014/01/makalah-sumber-daya-alam.html
https://www.plengdut.com/contoh-sumber-daya-alam-sda-tidak-hidup-non-hayati/5763/
http://ninditautari25.blogspot.co.id/2014/11/karakteristik-ekologi-sumber-daya-alam.html
https://namakuvee.wordpress.com/2011/11/07/daya-dukung-lingkungan-terhadap-sumber-daya-alam/


Tidak ada komentar:

Posting Komentar