2.1. Pengertian Ekologi Dan Ilmu Lingkungan Secara Umum
a. Pengertian Ekologi
Berasal
dari kata Yunani oikos yang berarti"habitat" dan logos yang berarti
"ilmu". Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik
interaksi antar makhluk hidup, maupun interaksi antara makhluk hidup dan
lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel
(1834 - 1914). Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau
sistem dengan lingkungannya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat
mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antar makhluk hidup dan
dengan benda tak hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya
b. Pengertian Ilmu Lingkungan
Ilmu
Lingkungan adalah Ilmu interdisipliner untuk mengukur dan menilai perubahan dan
dampak kegiatan manusia thd ekosistem, sedemikian rupa sehingga manusia dapat
mengelola ekosistem tsb demi kehidupannya sendiri (Johnson, 1977).Jadi Ilmu
Lingkungan (environmental science atau envirology) adalah suatu Ilmu
interdisipliner bidang akademik yang mengintegrasikan ilmu – ilmu pengetahuan
seperti fisika ,kimia ,biologi ,ilmu tanah ,geologi ,dan geografi untuk
mengukur
2.2. Pengertian Ekologi dan Ilmu Lingkungan
Menurut Para Ahli
1. Ekologi
1.
MILLER (1975)
Ekologi adalah suatu ilmu mengenai hubungan
timbal balik diantara organisme serta sesamanya dan juga dengan lingkungannya.
2.
OTTO SOEMARWOTO
Ekologi adalah suatu ilmu mengenaihubungan
timbal balik diantara makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya.
3.
C. ELTON
Ekologi adalah suatu ilmu yang mengkaji
sejarah alam atau juga perkehidupan alam dengan secara ilmiah.
4.
RESOSOEDARMO
Ekologi adalah suatu ilmu yang mempelajari
tentang hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan.
5.
ANDREWARTHA
adalah
suatu ilmu yang membahas penyebaran dan juga kemelimpahan organisme.
6.
KREBSEKOLOGI
Ekologi
adalah suatu ilmu pengetahuan yang mengkaji suatu interaksi yang menentukan
adanya penyebaran dan juga kemelimpahan organisme.
7.
EUGENE P. ODUM Ekologi adalah suatu kajian
terstruktur serta fungsi alam, tentang suatu struktur dan juga interaksi
diantara sesama organisme dengan
lingkungannya.
2. Ilmu Lingkungan
Ø Menurut Emil Salim, Ilmu Lingkungan adalah segala
benda, kondisi, keadaan, dan pengaruh yang terdapat dalam ruangan yang kita
tempati dan mempengaruhi hal hidup termasuk kehidupan manusia
Ø Menurut Sambas Wirakusumah, Ilmu
Lingkungan adalah semua aspek kondisi eksternal biologis , dimana organisme
hidup dan ilmu-ilmu lingkungan menjadi studi aspek lingkungan organisme itu
Ø Menurut Bintarto, Ilmu Lingkungan adalah segala
sesuatu yang ada disekitar kita, baik berupa benda ataupun non-benda yang dapat
mempengaruhi dan dipengaruhi sikap dan tidakan kita
2.3. Perbedaan Ekologi dan Ilmu lingkungan
Perbedaan utama
ilmu lingkungan dan ekologi adalah dengan adanya misi untuk mencari pengetahuan
yang tepat (valid), dan menyeluruh tentang alam sekitar, dan dampak perlakuan
manusia terhadap alam. Misi tersebut adalah untuk menimbulkan kesadaran,
penghargaan, tanggung jawab, dan keberpihakan terhadap manusia dan lingkungan
hidup secara menyeluruh.
Ilmu lingkungan
merupakan bidang ilmu interdisipliner yang merupakan integrasi ilmu fisik dan
biologi (termasuk tapi tidak dibatasi pada ekologi, fisika, kimia, biologi,
ilmu tanah, geologi, ilmu atmosfer dan geografi) untuk mempelajari tentang
lingkungan dan solusi dari masalah-masalah lingkungan. Ilmu lingkungan
menyediakan pendekatan yang terintegrasi, kuantitatif, dan interdisipliner
untuk mempelajari sistem lingkungan.
Ekologi adalah studi ilmiah tentang distribusi kelimpahan hidup dan
interaksi antara organisme dan lingkungan alami mereka sedangkan ilmu
lingkungan adalah filosofi dan gerakan sosial yang luas berpusat pada
kepedulian terhadap konservasi dan perbaikan lingkungan.
Ekologi dan ilmu lingkungan merupakan
ilmu terkait erat, dang berhubungan prinsip satu sama lain. Perbedaan utama
antara ekologi dan ilmu lingkungan yaitu ilmu lingkungan merupakan bidang yang
lebih menyeluruh dengan menggabungkan banyak unsur ilmu bumi dan kehidupan
untuk berbagai proses ekologi. Di sisi lain, biasanya lebih difokuskan pada bagaimana
organisme berinteraksi satu sama lain dengan lingkungan sekitarnya.
2.4. Asas-Asas Pengetahuan Lingkungan
Ø ASAS 1
Menyatakan bahwa semua energi yang memasuki sebuah
organisme, populasi, atau ekosistem yang
dianggap sebagai energi tersimpan atau
terlepaskan. Energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Serta tidak
dapat hilang, dihancurkan, maupun diciptakan
Ø ASAS 2
Menyatakan
bahwa tidak ada sistem perubaha energi sangat efisien. Misalnya pada Hukum
Termodinamika II yaitu, “Semua sistem biologi kurang efisien, kecenderungan
umum, energi beradaptasi ke dalam bentuk yang tidak balik dan beradiasi dengan
angkasa.”
Ø ASAS 3
Menyatakan
bahwa materi, energi, ruang, waktu dan keanekaragaman, semuanya termasuk pada
sumber ala,
Ø ASAS 4
Menyatakan
bahwa semua kategori sumber alam, jika pengadaannya tidak maksimal, pengaruh
unit kenaikannya sering menurun dengan penambahan sumber alam sampai ke tingkat
maksimum
Ø ASAS 5
Menyatakan
bahwa terdapat dua jenis sumber alam, yaitu sumber alam yang pengadaannya dapat
merangsang penggunaan, dan tidak mempunyai daya rangsang penggunaan
Ø ASAS 6
Menyatakan
bahwa individu dan spesies yang mempunyai lebih banyak keturunan daripada
saingannya, cenderung akan berhasil mengalahkan saingannya tersebut
Ø ASAS 7
Menyatakan
bahwa kemantapan pada keanekaragaman suatu komunitas lebih tinggi di alam
lingkungan yang mudah diramal
Ø ASAS 8
Menyatakan
bahwa sebuah habitat jatuh atau tidak oleh keanekaragaman takson. Hal tersebut
bergantung kepada bagaimana nicia dalam lingkungan hidup dapat memisahkan
takson
Ø ASAS 9
Menyatakan
bahwa keanekaragaman komunitas apa saja sebanding dengan biomasa dibagi
produktivitasnya. Terdapat hubungan antara biomasa, aliran energi, dan
keanekaragaman dalam suatu sistem biologi
Ø ASAS 10
Menyatakan
bahwa lingkungan yang stabil perbandingan antara biomasa dengan produktivitas
dalam perjalanan waktu naik mencapai sebuah asimtot. Sistem biologi menjalani
evolusi yang mengarah pada penigkatan efisiensi penggunaan energi pada
lingkungan fisik yang stabil
Ø ASAS 11
Menyatakan
bahwa sistem yang telah mantap mengeksploitasi sistem yang belum mantap.
Ø ASAS 12
Menyatakan
bahwa kesempurnaan adaptasi suatu sifat atau tabiat tergantung kepada
kepentingan relatifnya pada keadaan lingkungan
Ø ASAS 13
Menyatakan
bahwa lingkungan yang secara fisik telah mantap memungkinkan terjadianya
penimbunan keanekaragaman biologi pada ekosistem yang mantap, serta kemudia
dapat menggalakkan kemantapan populasi lebih jauh
Ø ASAS 14
Menyatakan
bahwa derajat pola keteraturan naik-turunnya populasi tergantung kepada jumlah
keturunan dalam sejarah populasi sebelumnya yang akan mempengaruhi populasi
tersebut
3.1. KESIMPULAN
-
Ekologi adalah ilmu yang pembelajari tentang ekosistem
serta bagian bagiannya.
- Ilmu Lingkungan adalah suatu studi yang sistematis mengenai
lingkungan hidup dan kedudukan manusia yang pantas di dalamnya.
-
Ekologi dan ilmu
lingkungan merupakan disiplin ilmu terkait erat dan berhubungan
dengan prinsip-prinsip yang satu dengan yang lain dan hal
ini merupakan sesuatu yang penting untuk sepenuhnya memahami satu
dengan yang lain.
-
3.2. KRITIK
DAN SARAN
Saya sebagai penulis
meminta maaf apabila ada kata dan kalimat yang kurang tepat. Jadilah masyarakat yang
bisa melindungi dan menjaga Ekologi dan lingkungan hidup dalam kehidupan
sehari-hari. Dan semoga makalah
ini dapat bermanfaat khusunya bagi saya dan umumnya bagi pembaca.
3.3. DAFTAR PUSTAKA
http://pengayaan.com/pengertian-ekologi-lengkap/http://www.pengertianmenurutparaahli.net/pengertian-ekologi-dan-contohnya/ http://edelweistyasayu.blogspot.co.id/2015/04/ekologi-dan-ilmu-lingkungan.html http://www.jelajahinternet.com/2015/10/101-pengertian-ekologi-menurut-para.html
http://www.seputarpengetahuan.com/2016/03/9-pengertian-lingkungan-hidup-menurut-para-ahli.html
http://danielrhamadani.blogspot.co.id/2015/10/pengertian-ekologi-dan-ilmu-lingkungan.html
2.1.
PENGERTIAN SUMBER DAYA ALAM
Sumber daya alam (biasa disingkat SDA)
adalah segala sesuatu yang berasal dari alam yang dapat digunakan untuk memenuhi
kebutuhan hidup manusia. Yang tergolong di dalamnya tidak hanya komponen
biotik, seperti hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme, tetapi juga komponen
abiotik, seperti minyak bumi, gas alam, berbagai jenis logam, air, dan tanah.
Inovasi teknologi, kemajuan peradaban dan populasi manusia, serta revolusi
industri telah membawa manusia pada era eksploitasi sumber daya alam sehingga
persediaannya terus berkurang secara signifikan, terutama pada satu abad
belakangan ini. Sumber daya alam mutlak diperlukan untuk menunjang kebutuhan
manusia, tetapi sayangnya keberadaannya tidak tersebar merata dan beberapa
negara seperti Indonesia, Brasil, Kongo, Maroko, dan berbagai negara di Timur Tengah
memiliki kekayaan alam hayati atau nonhayati yang sangat berlimpah. Sebagai
contoh, negara di kawasan Timur Tengah memiliki persediaan gas alam sebesar
sepertiga dari yang ada di dunia dan Maroko sendiri memiliki persediaan senyawa
fosfat sebesar setengah dari yang ada di bumi. Akan tetapi, kekayaan sumber
daya alam ini seringkali tidak sejalan dengan perkembangan ekonomi di
negara-negara tersebut.
2.2.
SDA YANG ADA DI INDONESIA
Indonesia sebagai negara dengan
tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi juga kaya akan sumber daya alam.
Berbagai jenis hasil bumi Indonesia seperti kopi, timah, rempah-rempah, dan
lain sebagainya telah banyak diimpor keluar negeri. Fakta tersebut membuktikan
bahwa Indonesia dapat dianggap sebagai salah satu negara yang memiliki sumber
daya alam paling berpengaruh di dunia. Kekayaan sumber daya alam Indonesia yang
melimpah ruah dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:
1. Iklim
tropis di Indonesia yang memiliki curah hujan tinggi. Kondisi tersebut membuat
berbagai jenis tumbuhan dapat hidup dan tumbuh dengan cepat.
2. Indonesia
terletak pada titik pergerakan lempeng tektonik yang membuatnya dikelilingi
oleh pegunungan yang kaya akan sumber daya energi dan mineral.
3. Indonesia
merupakan salah satu negara dengan wilayah perairan terluas di dunia. Hal
tersebut membuat negeri kita kaya akan berbagai jenis biota laut yang selain
memiliki nilai ekonomis tinggi, juga menyimpan pesona yang dapat dimanfaatkan
sebagai destinasi wisata.
Sumber
daya alam di Indonesia tidak hanya didominasi oleh keanekaragaman hayatinya
saja. Berbagai daerah di Indonesia pun terkenal akan hasil bumi dan bahan
tambang yang dapat menunjang kehidupan masyarakat. Sebut saja wilayah
Kalimantan, Sulawesi, dan Papua yang kaya akan benda tambang seperti batubara,
timah, gas alam, serta minyak bumi. Hasil bumi tersebut selain dapat menjadi
penopang kehidupan umat manusia, juga memiliki nilai ekonomis tinggi yang dapat
memengaruhi ekonomi bangsa kita
2.3.
SUMBER DAYA ALAM DAN PERTUMBUHAN
EKONOMI
Dengan adanya pertumbuhan ekonomi,
banyak sumberdaya alam yang harus diolah sehingga akan mengurangi sumberdaya
alam yang ada, khususnya sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Demikian
pula sumber daya alam yang sifatnya mengalir atau dapat diperbarui akan sulit
didapat. Meskipun tidak segera habis, tetapi kalau penggunaannya tidak
hati-hati maka sumberdaya jenis ini akan menjadi langka.
Dalam konsep pertumbuhan ekonomi, sumber daya alam
yang memiliki nilai ekonomis tinggi hendaknya tidak dieksploitasi. Sebab
keberadaannya perlu dipikirkan untuk generasi yang akan datang. Jangan sampai
hasil hutan dijarah habis sehingga mengakibatkan hutan gundul dan pada gilirannya
dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor. Oleh karena itu pengelolaan sumber
daya alam haruslah dilakukan secara bertanggung jawab.Artinya harus dilakukan
secara bijaksana untuk melestarikan persediaan sumber daya alam tersebut,
sehingga generasi sekarang dan mendatang dapat menikmatinya.
Pengelolaan sumber daya alam haruslah sedemikian
rupa, sehingga sumber daya alam itu selalu dapat ditingkatkan persediaannya
melalui usaha eksplorasi dan eksploitasi, peningkatan efisiensi proses produksi
serta dengan bantuan teknologi untuk dapat meningkatkan proses daur ulang.
Berdasarkan hal tersebut diatas, dalam pengelolaan sumber daya alam diperlukan
suatu kebijakan yang bertanggung jawab.
Dengan demikian peranan sumber daya alam dalam
pertumbuhan ekonomi akan ditentukan oleh tingkat teknologi, modal dan juga
kualitas sumber daya manusianya itu sendiri dan dapat dikatakan ada hubungan
yang positif antara jumlah dan kuantitas barang sumber daya dan pertumbuhan
ekonomi, tetapi sebaliknya ada hubungan negatif antara pertumbuhan ekonomi dan
tersedianya sumber daya alam yang ada di dalam bumi. Di samping itu dengan pertumbuhan
ekonomi yang cepat yang dibarengi dengan pembangunan pabrik akan meningkatkan
pencemaran lingkungan.
Dengan berkembangnya jumlah penduduk, perekonomian
harus lebih banyak menyediakan barang dan jasa. Peningkatan produksi barang dan
jasa menuntut lebih banyak produksi barang SDA yang harus digali dan semakin
menipisnya SDA dan pencemaran lingkungan semakin meningkat.
2.4.
PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM HAYATI
DAN NON HAYATI
SDA atau Sumber Daya Alam didasarkan
dari jenisnya ada dua macam yaitu SDA yang hidup atau dikenal dengan hayati,
dan SDA non hayati atau tidak hidup. SDA hayati adalah sumber daya alam yang
berasal dari makhluk hidup, sebagai contoh yaitu ikan, ternak dan lainnya.
Sedangkan SDA non hayati berasal dari benda-benda mati atau tidak hidup,
sebagai contoh yaitu air, udara, tanah dan lainnya.
Contoh sumber daya alam hayati
adalah:
Dari jenis tumbuhan:
a. Hutan
yang bisa dimanfaatkan oleh manusia untuk membangun rumah, gedung dan lainnya.
b. Berbagai
jenis tanaman buah yang bisa memenuhi kebutuhan gizi setiap individu.
c. Berbagai
jenis tanaman makanan pokok pengganti nasi seperti jagung, singkong, ubi, dan
talas.
d. Berbagai
jenis sayuran yang bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari kita dalam asupan gizi.
e. Tersedia
berbagai tanaman rempah-rempah seperti pala, merica, ketumbar, kayu manis, dan
cengkih sebagai bumbu masakan.
f. Tersedia
berbagai tanaman obat tradisional seperti jake, kunyit, dan temulawak.
Contoh sumber daya alam hayati dari jenis hewan:
a. Hewan
seperti sapi dan kerbau bisa dimanfaatkan membantuk pekerjaan petani seperti
membajak sawah.
b. Kuda
digunakan sebagai alat trasportasi seperti andong atau dokar.
c. Ayam
dapat memenuhi kebutuhan konsumsi daging.
d. Kebutuhan
susu dapat terpenuhi dari susu sapi dan susu kambing etawa.
Contoh dari SDA
non hayati ini adalah:
a. Tanah
Tanah mempunyai banyak nilai
manfaat bagi kehidupan manusia. Contohnya yaitu untuk bercocok tanam maka kita
membutuhkan tanah. Dengan adanya tanah kita bisa menanam padi, teh, jagung,
kopi dan berbagai macam tanaman yang mempunyai nilai ekonomi bagi kehidupan
manusia
b. Tambang
Tambang termasuk SDA tidak hidup
/ non hayati karena memiliki banyak manfaat. Seperti contohnya batu dan pasir
yang diperoleh dari tambang bisa digunakan untuk bahan membangun rumah dan
jalan. Contoh lain hasil tambang yaitu mineral, misalnya seperti besi (Fe) yang
biasanya digunakan dalam berbagai macam industri maupun dalam membangun gedung,
jembatan dan lainnya
c. Air
Air sangat memiliki peranan
penting dalam kehidupan kita, misalnya untuk mandi, untuk minum agar kita tidak
haus, untuk tanaman agar tanaman tetap hidup, dan masih banyak lagi fungsi
lainnya dari air ini
2.5. LANDASAN KEBIJAKSANAAN PENGELOLAAN SUMBER
DAYA ALAM Pemanfaatan SDA secara
berlebihan tanpa memperhatikan aspek pelestariannya dapat meningkatkan
tekanan-tekanan terhadap kualitas lingkungan hidup yang pada akahirnya akan
mengancam swasembada atau kecukupan pangan semua penduduk di Indonesia. Oleh
karena peran pemerintah dalam memberikan kebjakan tentang peraturan pengelolaan
SDA menjadi hal yang penting sebagai langkah menjaga SDA yang berkelanjutan.
Kebijakan yang di buat oleh
pemerintah tidak hanya ditetapkan untuk dilaksanakan masyarakat tanpa
pengawasan lebih lanjut dari pemerintah. Pemerintah memiliki peran agar
kebijakan tersebut diterapkan sebagaimana mestinya oleh masyarakat. Sesuai
dengan Undang-undang 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah dan PP No. 25
Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah
Otonom, dalam bidang lingkungan hidup memberikan pengakuan politis melalui
transfer otoritas dari pemerintah pusat kepada daerah:
1. Meletakkan
daerah pada posisi penting dalam pengelolaan lingkungan hidup
2. Memerlukan
peranan lokal dalam mendesain kebijakan
3. Membangun
hubungan interdependensi antar daerah
4. Menetapkan
pendekatan kewilayahan
2.6. KARAKTERISTIK EKOLOGI SUMBER DAYA ALAM
Sumber
daya alam adalah sesuatu yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kepentingan dan
kebutuhan hidup manusia agar hidup lebih sejahtera yang ada di sekitar alam
lingkungan hidup kita. Sumber daya alam bisa terdapat di mana saja seperti di
dalam tanah, air, permukaan tanah, udara, dan lain sebagainya. Contoh dasar sumber
daya alam seperti barang tambang, sinar matahari, tumbuhan, hewan dan banyak
lagi lainnya. Untuk menjamin keberlanjutan fungsi layanan
sosial-ekologi alam dan keberlanjutan sumberdaya alam dalam cakupan wilayah
yang lebih luas maka pendekatan perencanaan SDA dengan instrumen penataan ruang
harus dilakukan dengan mempertimbangkan bentang alam dan kesatuan layanan
ekosistem, endemisme dan keterancaman kepunahan flora-fauna, aliran-aliran
energi sosial dan kultural, kesamaan sejarah dan konstelasi geo-politik
wilayah. Dengan pertimbangan-pertimbangan ini maka pilihan-pilihan atas sistem
budidaya, teknologi pemungutan/ekstraksi SDA dan pengolahan hasil harus
benar-benar mempertimbangkan keberlanjutan ekologi dari mulai tingkat ekosistem
lokal sampai ekosistem regional yang lebih luas. Dengan pendekatan ekosistem
yang diperkaya dengan perspektif kultural seperti ini tidak ada lagi
“keharusan” untuk menerapkan satu sistem PSDA untuk wilayah yang luas. Hampir
bisa dipastikan bahwa setiap ekosistem bisa jadi akan membutuhkan sistem
pengelolaan SDA yang berbeda dari ekosistem di wilayah lain. Keberhasilan
kombinasi beberapa pendekatan seperti ini membutuhkan partisipasi politik yang
tinggi dari masyarakat adat dalam proses penataan ruang dan penentuan kebijakan
pengelolaan SDA di wilayah ekosistem. Semakin tinggi partisipasi politik dari
pihak-pihak berkepentingan akan menghasilkan rencana tata ruang yang lebih
akomodatif terhadap kepentingan bersama yang “intangible” yang dinikmati
bersama oleh banyak komunitas yang tersebar di seluruh wilayah ekosistem
tersebut, seperti jasa hidrologis. Dalam konteks ini maka membangun kapasitas
masyarakat adat yang berdaulat (mandiri) harus diimbangi dengan jaringan
kesaling-tergantungan (interdependency) dan jaringan saling berhubungan
(interkoneksi) antar komunitas dan antar para pihak. Untuk bisa mengelola
dinamika politik di antar para pihak yang berbeda kepentingan seperti ini
dibutuhkan tatanan organisasi birokrasi dan politik yang partisipatif demokrasi
(participatory democracy).
2.7.
DAYA DUKUNG LINGKUNGAN
Kemampuan lingkungan untuk mendukung
perikehidupan semua makhluk hidup yang meliputi ketersediaan sumber daya alam
untuk memenuhi kebutuhan dasar dan tersedianya cukup ruang untuk hidup pada
tingkat kestabilan sosial tertentu disebut daya dukung lingkungan. Keberadaan
sumber daya alam di bumi tidak tersebar merata sehingga daya dukung lingkungan
pada setiap daerah akan berbeda-beda. Daya dukung lingkungan ditentukan oleh
banyak factor, baik faktor biofisik maupun social – budaya – ekonomi. Faktor
itu saling dipengaruhi.
Faktor biofisik penting, Karena
menentukan daya dukung lingkungan ialah proses ekologi yang merupakan system
pendukung kehidupan dan keanekaan jenis yang merupakan sumberdaya gen, misalnya
hutan adalah salah satu factor ekologi dalam system pendukung kehidupan. Hutan
melakukan proses fotosintesis yang menghasilkan oksigen yang kita perlukan
untuk pernapasan kita.
Faktor sosial buda juga mampunyai
peranan yang sangat penting, bahkan menentukan daya dukung lingkungan, sebab
akhirnya manusialah yang menentukan apakah pembanguanan akan berjalan terus
atau terhenti. Oleh karena itu, pemanfaatanya harus dijaga agar terus
berkesinambungan dan tindakan eksploitasi harus dihindari. Pemeliharaan dan
pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan dengan cara yang rasional antara
lain sebagai berikut:
·
Memanfaatkan sumber daya alam yang dapat
diperbaharui dengan hati-hati dan efisien, misalnya: air, tanah, dan udara
·
Menggunakan bahan pengganti, misalnya
hasil metalurgi (campuran)
·
Mengembangkan metode penambangan dan
pemrosesan yang lebih efisien serta dapat didaur ulang
·
Melaksanakan etika lingkungan dengan
menjaga kelestarian alam
2.8
KETERBATASAN KEMAMPUAN MANUSIA DALAM
MENANGANI LINGKUNGAN
Setiap kegiatan manusia di alam ini,
pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia. Kegiatan
manusia yang meningkat dan juga jumlah penduduk yang terus bertambah juga akan
memanfaatkan penggunaan sumber daya alam sebagai sumber energi dan hara yang
dapat mengganggu sistem energi dan sistem hara dalam lingkungan.
Lingkungan juga mempunyai potensi
untuk menyembuhkan kembali sistemnya apabila gangguan tersebut tidak melebihi
daya dukung lingkungan, sedangkan bila terlampaui maka mulai terjadi masalah
lingkungan karena kualitasnya akan menurun bahkan sampai rusak dan tidak dapat
diperbaiki kembali atau lingkungan telah tercemar.
Lingkungan
yang tercemar akan mengurangi kemanfaatannya bagi kehidupan makhluk, terutama
manusia. Untuk itu sumber pencemaran harus dikendalikan. Salah satu upaya dalam
pengelolaan lingkungan adalah mengatur beban pencemaran dari semua sumbernya.
3.1. KESIMPULAN
Sumber
daya alam berdasarkan sifatnya dapat digolongkan menjadi SDA yang dapat
diperbaharui dan SDA tak dapat diperbaharui. SDA yang dapat diperbaharui
merupakan kekayaan alam yang dapat terus ada selama penggunaannya tidak
dieksploitasi berlebihan. Seperti Tumbuhan, hewan, mikroorganisme, sinar
matahari, angin, dan air adalah beberapa contoh SDA terbaharukan. Meskipun
jumlahnya sangat berlimpah di alam, penggunannya harus tetap dibatasi dan
dijaga untuk dapat terus berkelanjutan. SDA tak dapat diperbaharui adalah SDA
yang jumlahnya terbatas karena penggunaanya lebih cepat daripada proses
pembentukannya dan apabila digunakan secara terus-menerus akan habis. Minyak
bumi, emas, besi, dan berbagai bahan tambang lainnya pada umumnya memerlukan
waktu dan proses yang sangat panjang untuk kembali terbentuk sehingga jumlahnya
sangat terbatas., minyak bumi dan gas alam pada umumnya berasal dari sisa-sisa
hewan dan tumbuhan yang hidup jutaan tahun lalu, terutama dibentuk dan berasal
dari lingkungan perairan.Perubahan tekanan suhu panas, selama jutaaan tahun ini
kemudian mengubah materi senyawa organik tersebut menjadi berbagai jenis bahan
tambang tersebut.
3.2. KRITIK DAN SARAN
Ekologi
Sumber Daya Alam sangatlah penting maka dari itu kita harus bisa menjaga dan
melestarikan semaksimal mungkin agar ekologi dan sumber daya alam tetap
terjaga. Kita harus bisa melestarikan apa yang sudah Tuhan Yang
Maha Esa Ciptakan, Sebagai umat dan manusia yang peduli oleh lingkungan
sekitar.
3.3. DAFTAR PUSTAKA
http://andikayudhitiya.blogspot.co.id/2014/01/makalah-sumber-daya-alam.html
https://www.plengdut.com/contoh-sumber-daya-alam-sda-tidak-hidup-non-hayati/5763/
http://ninditautari25.blogspot.co.id/2014/11/karakteristik-ekologi-sumber-daya-alam.html
https://namakuvee.wordpress.com/2011/11/07/daya-dukung-lingkungan-terhadap-sumber-daya-alam/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar